Jumat, 31 Oktober 2014

Move on dan dewasa itu yang bagaimana sih?


Sebagaimana serunya saat menjelang Pilpres yang baru saja berlalu, jagat Sosmed di ramaikan oleh interaksi panas antara kedua kubu, Kubu Jokowi dengan kubu Prabowo, Satu Jari dengan dua jari yang pada akhirnya setelah melalui jalan berliku Jokowi mendapatkan suara lebih untuk dilantik menjadi presiden dan pada gilirannya pesta dinyatakan telah usai. Sampai akhirnya terbentuk kabinet Kerja sebagai wujud dari hak prerogatif Presidenuntuk memilih menteri-menterinya untuk melengkapi dan mendukung kinerja pemerintahan yang dipimpin oleh bapak Presiden Jokowi.

Pada saat pemilihan Ketua DPR dan MPR, anggota dewan terbelah menjadi dua Koalisi yaitu KIH dan KMP yang sejatinya terlepas dari figur Prabowo atau Jokowi yang awalnya keduanya sebagai calon presiden. Memang demikian adanya, di parlemen manapun masing-masing koalisi tidak bisa dinapikan membawa visi dan misinya masing-masing sarat dengan kepentingan dan deal-deal politik sehingga pada akhirnya terpilihlah ketua DPR dan MPR melalui hak veto masing-masing anggota yang tidak terlepas dari mengusung koalisinya masing-masing, adalah wajar saja jika terjadi adu strategi, perdebatan ketat dan sidang-sidang yang alot. Pun ketika kondisi tersebut berlanjut ke dalam pembentukan komisi sebagai Alat Kelengkapan Dewan.

Terdapatnya dua, tiga atau lebih koalisi pun di Parlemen adalah wajar adanya, yang tidak wajar tersebut ketika disengaja dan kemudian diumumkan secara terang-terangan kepada publik bahwa telah dibentuk pimpinan DPR tandingan.

Dengan terdapatnya dualisme kepemimpinan di DPR, maka musyawarah dan mufakat sebagai ciri khas untuk kepentingan NasionaI tampaknya hanya tinggal nama saja, hilang lenyap terbawa arus Egoisme koalisi yang masih saja menguarkan figur Jokowi ataupun Prabowo sebagai alasan-alasan yang tidak masuk akal.

Kesimpulannya koalisi di parlemen yang Move on dan dewasa pada jaman sekarang ini sangatlah mudah untuk diamati.

Ilmu Kodok


Mendadak teringat wejangan sesepuh saya ketika masih aktif di organisasi Pemuda dulu, sehubungan dengan bahasan falsafah organisasi. 

Janganlah mengikuti tabiat dan perilaku kodok atau katak, Dia bisa saja menaiki temannya tanpa rasa sungkan, kaki belakangnya menginjak-nginjak segala sesuatu yang ada di bawahnya, sedang kaki depannya bergerak-gerak menangkap yang dia ingin tangkap atau mengenyahkan segala sesuatu yang tidak di inginkannya jauh-jauh, tidak peduli sanak, teman atau keluarganya sendiri demi cita-cita yang di inginkannya. Kebelakang dan bawah menginjak, ke depan dan kesamping mengenyakan, kecuali sesuai dengan apa yang diinginkannya.



Aneh...akhir-akhir ini saya Koo jadi tertarik dan keranjingan mencari dan menyimak perihal seluk-beluk tentang "Kodok" dengan segala macam kelebihan dan kekurangannya berikut yang nyerempet ke hal-hal mistis yang dikandungnya.
semakin jauh justru semakin aneh, karena ternyata menurut teman sayah yang katanya mempunyai kitab warisan dari nenek moyang, bahwa kodok yang paling jelek karena seluruh tubuhnya dilapisi kulit penuh dengan benjolan dan beracun, darahnya yang ditulis di selembar daun buah-buahan sangat ampuh untuk mempengaruhi orang lain apa bila dipadukan dengan matera yang yang tertulis di buku kuno tersebut.
Saya malah berkhayal, sepertinya menarik untuk dijadikan cerita novel misalnya, barangkali dapat menyaingi dahsyatnya penulis Dan Brown dengan The Da Vinci Code dan The Lost Symbolnya. Khayalan yang berkelidan diantara merebaknya kembali ilmu sihir, bahwa ilmu purba yang mencakup sihir yang marak sebagai permainan mistis sejak jaman Firaun dan nabi Musa, ada saja pendeta firaun yang menyimpan dan memelihara bukunya dengan rapih, di wariskan secara turun temurun yang pada gilirannya lolos begitu saja melalui berbagai rintangan jaman kemudian terdampar di Indonesia. Kitab sihir yang sarat mistis tersebut hilang begitu saja oleh amukan alam dan letusan gunung merapi.
Suatu ketikan Dunia di gemparkan karena beberapa kitab sihir yang disimpan oleh nenek moyang ditemukan kembali oleh beberapa arkeolog dalam penggalian situs purbakala yang baru saja ditemukan, untuk kemudian dunia yang sarat teknologi dimasa kini, kembali dilanda demam sihir yang merajalela...bla..bla...bla...
Ah sudahlah, sampai disini saja mitos tentang ilmu mistis pra sejarah, saya hanya tertarik kepada hal-hal yang menyangkut ilmu pengetahuan populer, termasuk kelebihan kodok di tinjau dari sisi biologi dan daya tahan tubuhnya yang sungguh mengagumkan. Itu saja...

Selasa, 28 Oktober 2014

Puisi, Petrichor dan Tarian Hujan




Dengan bahasa apa bisa aku katakan ketika hujan baru mulai, bau tanah menguar ke udara, terhisap pelan oleh indera pernapasan dan ranting-ranting pohon mulai menggigil terbawa kibasan daun-daunnya yang basah tersapu angin. 


Ouch... 


Ingatkah kau akan tarian itu, ketika hujan pertama menabur kita berdua, kesaung bambu pinggir jalan kita terburu-buru, suara rintiknya diatas genting mencipta melodi sunyi, dan dipelatarannya yang mulai basah tergenang, diam-diam engkau malah sengaja menyongsong deraiannya, wajah tengadah menatap langit seolah menelisik muasal butiran, ketika menunduk sebentar, kau mulai mengibaskan rambutmu yang basah, menciptakan jipratan horisontal laksana ombak merayu pantai, kepalan tangan kirimu kausimpan dibelakang pinggang sedang tangan kanan menjulur seolah hendak memeluk alam, lima menit sudah kau telah mencitakan koreografi tari paling sunyi. Di saung itu, aku hanya bisa terpaku di balai-balainya tanpa suara tanpa mantera.


 Cianjur, 28 Oktober 2014

Senin, 27 Oktober 2014

Kang Kabayan Mendadak Keranjingan Kain Putih



Sumber Foto : TEMPO.CO







Dengan mengenakan kemeja putih bersih Bapak Presiden terpilih Jokowi mengumumkan calon menteri-menteri  (karena belum dilantik) yang akan mendampingi beliau di pemerintahannya yang akan datang dilanjutkan dengan  memanggil satu-satu calon mentrinya  yang  berseragam kemeja berwarna putih pula  untuk berjajar satu-satu di samping kiri dan kanan Pak Presiden. Semuanya memperlihatkan wajah ceria.

Kabayan yang sedang memperhatikan jalannya seremonial yang di tayangkan di Televisi, manggut-manggut entah apa yang ada dipikirkannya. Tiba-tiba Ia berdiri mengenakan pakaian pantas lalu permisi kepada isterinya, Iteung, untuk keluar sebentar hendak membeli sesuatu  yang sangat penting baginya, paling tidak menurut pikirannya yang sangat sederhana.

Tidak memakan waktu lama, Kabayan sudah berada dirumahnya kembali  membawa kantong plastik berisi kain putih yang ia beli di pasar yang letaknya tidak seberapa jauh dari rumahnya. Iteung Isterinya yang paling setia tampak heran melihat kelakuan Kang kabayan.

“Istigfar kang Kabayan...istigfar, Buat apa membeli kain putih seperti tidak ada keperluan lain yang lebih penting saja, ngikutin para pejabat tinggi negara mengenakan kain putih itu baik, tetapi untuk kita mah tidak penting-penting amat?  nyebut akang, nyebut...pan akang mah tidak dipanggil apalagi  diumumkan untuk menjadi menteri di  Istana.” Ujar Iteung , khawatir suaminya kesurupan  roh pejabat tinggi.

Justru akang mah sedang  sadar pol  Iteung, Kain putih ini mudah-mudahan pas untuk akang, simpan baik-baik di lemari sebagai persediaan sebelum akang di pangil oleh Pemilik jasad dan ruh ini, sebelum akang diumumkan di mesjid sebelah rumah untuk di sholatkan. Ujar Kabayan santai.
Iteung hanya melongo, tidak kuat menahan haru memperhatikan apa yang dilakukan suaminya.  “Ari sugan teh rek nurutan jadi Pajabat Penting”. Ujar iteung sambil menyimpan kain putih sepanjang dua meter lebih di lemari miliknya.



Catatan : Ari sugan teh rek nurutan jadi pejabat penting (Saya kira mau ngikutin pejabat penting)

Rabu, 22 Oktober 2014

Angin Yang Aneh

Tidak seperti benda atau wujud yang lainnya yang menyusun struktur dasar   alam raya makro kosmos yang hampir seluruhnya dapat dilihat, diraba dan dirasakan wujudnya  sehingga tampak nyata keberadaan dan jelas konsistensinya, seperti : air, api, tanah dan sinar matahari, akan tetapi ketika berbicara masalah angin ia tidak telihat tetapi memang nyata adanya, tidak dapat dipegang tetapi bisa dirasakan keberadaanya : semilir sepoy-sepoy, berhembus kencang bahkan bisa saja berupa puting beliung yang dapat memporak-porandakan setiap yang menghalangi jalannya. 

Jangan disalahgunakan karena ada juga yang terkesan jorok akan tetapi kenyataannya justru menyehatkan, seperti angin yang tiba-tiba saja muncul dari struktur mikro kosmos seperti dari tubuh ini, ia  bisa saja datang tidak terkendali sehingga memperdengarkan bunyi nyaring namun jujur, memperlihatkan jatidirinya siapa sebenarnya si empunya angin tersebut,  sedang  yang kadung di tahan berlama-lama sampai tidak enak duduk tidak enak berdiri apalagi berada dilingkungan calon mertua  yang anaknya terlihat kece banget sudah begitu terlanjur nyambung lagi, tetapi siapa tahu dapat bertahan lama-lama ya...  akhirnya jebol juga, walaupun bunyinya tidak se terang dan sekencang yang pertama, ada nada-nada tinggi namun malu-malu, tidak beraturan namun berada dalam birama yang  mengharukan karena justru jadi menarik perhatian yang ada disekitarnya, semuanya jadi serba salah tingkah takut dituduh sebagai penyebab penderita, sedangkan yang punya hajat    justru berlagak melempar angin menyembunyikan hidung, pura-pura tidak memiliki sumber ketidak nyamanan tersebut apalagi ketahuan sebagai memelihara angin sialan yang datang tidak dijemput pulang tidak diantar,  sudah begitu  suaranya khas pula plus nyengat  bingit.


Ah angin ada-ada saja kau ini, kenapa pulak kau dinamai dengan kata yang aneh sebagai “Kentut” 

Status sedang ngelindur sebab binun lihat dan dengar berita, angin koo  tidak bisa konsisten begini, berhembus kemana-mana,  yang lalu ke selatan, tadi pagi ke utara, jangan-jangan besok ke laut ...

Senin, 20 Oktober 2014

Selaras-Sakti: Inseminasi Buatan Dalam Praktek



Inseminasi buatan  adalah usaha manusia memasukkan sperma pejantan dari jenis yang di inginkan (unggul) ke dalam saluran reproduksi   betina  dengan menggunakan peralatan khusus. Tindakan Inseminasi Buatan dikatakan berhasil bila betina setelah dilakukan IB menjadi bunting sampai melahirkan anaknya.











Selaras-Sakti: Inseminasi Buatan Dalam Praktek: Seiring dengan peningkatan jumlah penduduk diikuti dengan peningkatan pendapatan masyarakat maka permintaan akan daging dan susu menunjuka...

Entri Baru

Selaras-Sakti: Repetisi Pintu Kaca Silang Sengkarut







Memasuki pintu kaca yang dapat berputar dengan sendirinya adalah pertemuan antara  ruang luas, terang benderang nan sejuk bersanding dengan ruang luar mall yang bebas terpapar terik matahari  menerpa  dan debu-debu berterbangan menyesakkan pernapasan, adalah  seperti tempat orang –orang dari berbagai kepentingan bergabung tanpa harus saling kenal dan saling sapa, perbeda maksud dan tujuan, niatnya untuk menghabiskan uang demi produk idamannnya atau memang untuk keperluan lain yang beraneka macam.



Selaras-Sakti: Repetisi Pintu Kaca Silang Sengkarut: Bukan seperti biasanya dimana dua bidang besar kaca tebal  bergeser satu sama lainnya memberi ucapan selamat datang kepada pengunj...

Entri Baru

Minggu, 19 Oktober 2014

Repetisi Pintu Kaca Silang Sengkarut





Bukan seperti biasanya dimana dua bidang besar kaca tebal  bergeser satu sama lainnya memberi ucapan selamat datang kepada pengunjung yang masuk,  pintu kaca bening  lebih dari dua lebar dan dua panjang  dari pintu biasanya yang dapat dilihat,  bidang-bidang datar transparan bersilangan hingga menjadi satu kesatuan menyisakan seperti celah-celah ruang seperempat lingkaran yang  dapat berputar perlahan, pintu berputar letaknya diantara dinding kaca kaku tebal sehingga sebelum masuk dan tubuh-tubuh berjalan secara lambat-lambat.  mengisi ruang-ruang. mengikuti putarannya,  orang-orang yang hendak masuk maupun yang hendak keluar  satu sama lain dapat melihat dengan jelas apa yang terjadi di dalam maupun di luar ruangan  dimana orang-orang sibuk berlalu-lalang. Dikedalaman ruang yang terang benderang orang-orang tidak peduli lagi apakah saling berpandangan atau acuh tak acuh,  terburu-buru memburu hasrat berbelanja atau sebagian besar malah hanya sekedar jalan-jalan saja, represhing kalau tidak dapat dikatakan sebagai sarana olah raga jalan santai sarat hiburan.

Pintu kaca bersilang yang dapat berputar dengan sendirinya tersebut seolah  memberi kesempatan kepada para tetamu dan pengunjung mall  untuk berkelidan diantaranya, beberapa orang  bergiliran masuk namun  di pintu lain yang tidak jauh letaknya beberapa orang santai keluar  menenteng belanjaan ataupun tidak, mendorong troli atau berlenggang saja. adalah seperti pengulangan-pengulangan umum yang hampir dapat dilihat di setiap mall yang berada di kota-kota besar.

Di pintu kaca besar yang dapat berputar perlahan  seperti di hampir setiap bangunan megah tempat rutinitas transaksi antar pembeli dan penjual berlangsung, tidak lebih hanya sebagai ucapan selamat datang, berbelanjalah memenuhi keinginan serta gairahmu dan jangan sisakan lembaran uang terselip di dompet anda, alih-alih untuk mengingatkan agar berbelanjalah secara bijak, sebab itu memang  uang anda dan produsen dan penjual  pun adalah segerombolan orang-orang yang perlu di berikan keuntungan atau minimal upah atas hasil kerjanya hingga tercipta barang-barang untuk  di jual ke khalayak.  Adalah produk yang sedap dipandang mata disamping banyak kemudahan dan tampak keren bagi  penggunaannya, tetapi tetap saja bahwa kebutuhan lain masih menunggu dan tentunya tidak menjadi soal bagi orang yang  berlebihan isi dompetnya.

Memasuki pintu kaca yang dapat berputar dengan sendirinya adalah pertemuan antara  ruang luas, terang benderang nan sejuk bersanding dengan ruang luar mall yang bebas terpapar terik matahari  menerpa  dan debu-debu berterbangan menyesakkan pernapasan, adalah  seperti tempat orang –orang dari berbagai kepentingan bergabung tanpa harus saling kenal dan saling sapa, perbedaan maksud dan tujuan, niatnya untuk menghabiskan uang demi produk idamannnya atau memang untuk keperluan lain yang beraneka macam.


Rabu, 15 Oktober 2014

Fenomena Keindahan Pada Aparat Berseragam




Sebuah fenomena yang nampak wajar bilamana masyarakat memandang secara berlebih terhadap remaja yang berpenampilan cantik atau tampan, masalahnya  peran utama di beberapa sinetron serta telenovela pun  banyak berhias  artis dan aktor berpenampilan demikian, apalagi jika melirik wajah artis dan aktor di dalam film atau video lagu hit baik itu beraliran Hollywood sampai  Bollywood. Artis dan aktor berwajah cantik dan tampan berpenampilan seksi  bukan saja merambah dunia bioskop atau  layar kaca, bahkan cinema yang bisa di  donwnload di situs yang menyajikan tayangan  film berbayar bahkan di Youtube sekalipun banyak dijumpai model yang berpenampilan demikian.

Kalau artis atau aktor keren sepertinya sudah tidak asing lagi, layaknya sudah merupakan hukum dagang saja, barang bagus banyak peminatnya apalagi memang berbakat di bidang seni peran dan seni penampilan. Tetapi akhir-akhir ini justru muncul fenomena baru, remaja berseragam pun ramai menjadi bidikan penggemarnya. Sudah tampak keren cantik  pula, berkulit putih mulus, berhidung mancung serta matanya yang berbinar ceria memikat bagai magnet, bertubuh langsing, tinggi semampai seperti moge (motor gede)  berstang tinggi (kata bung Indro Warkop), pokoknya mah kutilang lah (kurus, tinggi, langsing) demikian banyak orang bilang, siapapun yang melirik pasti terpesona.

Di era Internet dan jejaring sosial sekarang ini,  banyak diberitakan bahkan menjadi trending topics di media sosial mengenai beberapa penampakan gadis dan perjaka cantik dan tampan,  tubuh berbalut pakaian ketat dilengkapi atribut aparat negara melekat erat di pakaian seragamnya, seperti  halnya Polwan, kowad atau polisi pamong praja, pegawai negeri serta aparat negara lainnya yang berpenampilan aduhai pun  saat ini sedang menjadi trend menghiasi media sosial  dilengkapi kicauan ribuan  pengamat dan penggemar menyemarakan pamor aparat negara berpenampilan cantik maupun berwajah tampan yang  wah tersebut.

Tentu saja fenomena ini hanya ramai di dunia maya belaka, mudah-mudahan pada kenyataannya rekrutmen pegawai dari berbagai instansi negara dan perusahaan  swasta tetap mengedepankan standar kecakapan dan profesionalisme tanpa melulu mensyaratkan penampilan...
“Lhoo tentu saja hal ini bersifat rasis” begitulah yang di ungkapkan oleh salah satu dari sekian banyak  keponakan saya   ber inisial IWN  yang masih hangat sehangat keluar dari oven wisuda universitas, Ia ngedumel mengulas rekrutmen pegawai tanpa saya mengerti maksudnya.

“Bukan saja hanya menjungjung tinggi penampilan fisik tetapi juga melecehkan lembaga pendidikan dan pelatihan, sementara yang lainnya berjibaku menuntut ilmu dan keterampilan untuk meraih pekerjaan yang di idamkan, sebagian lagi malah lolos mulus bagai jalan tol hanya bermodalkan kondisi fisik, dimana letak keadilannya. Lho wong saya yang ber penampilan pas-pasan kapan diterimanya di instansi yang di cita-citakan.” Demikian pendapat IWN keponakan saya yang rada blak-blakan itu.

Tetapi jika keduanya melekat erat dalam sosoknya kenapa tidak, tokh tentunya akan menuai nilai plus bagi instansi ybs,  ujar saya menutup pembicaraan sebelum menghabiskan sepiring camilan serta dua gelas kopi yang disantap sepanjang diskusi ringan tersebut berlangsung.
Fenomena karyawan atau aparat berpenampilan aduhai yang sedang marak baru-baru ini mudah-mudahan hanya sebatas meramaikan suasana, bahan ngerumpi menarik ketika berkumpul ria bersama kawan atau malah lebih parah lagi, sudah mendarah daging di sebagian masyarakat  pemuja keindahan tanpa syarat, nah ini kan yang berabe.

Jaman Dulu ketika sedang kumpul-kumpul bersama kawan, berdiskusi ringan seputar penampilan yang wah perihal kecantikan dan ketampanan, baik itu hanya sekedar bernostalgia karena menpunyai sejarah kelam ketika di tolak oleh sang pacar yang cantik idamannya atau mungkin  mengumpat terhadap penampilan diri yang kondisinya malah pas-pasan bahkan tekor, selalu saja di akhir diskusi akan muncul ungkapan menghibur bahwa kecantikan dan ketampanan pada dasarnya  hanya terbatas sedalam lapisan kulit bahkan tidak sampai menembus kedalam hati dan otak. Maka semua yang berkumpul disitu akan tertawa lepas, bebas, seolah ada alibi kesunyataan yang membelanya atau malah sedang mentertawakan nasib diri mereka sendiri, entahlah hanya merekalah yang tau dan  jujur menjawabnya.

Jaman telah berubah, saat ini tidak saja kecantikan wajah hanya terbatas sedalam kulit belaka tetapi telah merambah kedalam struktur tulang yang menyangga daging, organ penting serta lapisan kulit, maka operasi bedah plastik , bedah tulang dan terapi ortopedi merupakan  jalan keluar efektif yang banyak diminati kaum berada yang ingin berpenampilan wah.

Jadi jangan heran semenjak manusia mengenal estetika dan kebudayaan, fenomena cantik dan tampan ini memang sudah kehendak alam dan naluri manusiawi untuk memujanya. Barangkali hanya  yang berpikiran jernih saja yang dapat menilai harga kemanusiaan tanpa hanya terpaku pada penampilan luar semata.


Jumat, 10 Oktober 2014

Inseminasi Buatan Dalam Praktek

Seiring dengan peningkatan jumlah penduduk diikuti dengan peningkatan pendapatan masyarakat maka permintaan akan daging dan susu menunjukan gejala peningkatan dari tahun ke tahun. Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan daging dan susu tersebut maka yang perlu diperhatikan adalah penangan reproduksi ternak penghasil susu dan daging dengan tanpa mengesampingkan  hal lainnya seperti  pengendalian dan pencegahan penyakit hewan dan managemen pemeliharaan ternak. Menyikapi hal tersebut, salah satu upaya untuk meningkatkan  populasi dan produktivitas ternak sapi dapat dilakukan melalui kawin suntik yang dalam bahasa ilmiahnya adalah Artificial Insemination atau Inseminasi Buatan (IB). Hal tersebut adalah sebagai salah satu upaya penerapan teknologi tepat guna untuk meningkatkan populasi dan mutu genetik ternak, sehingga dapat menghasilkan keturunan/ pedet dari bibit pejantan unggul yang sekaligus untuk mencapai program swasembada daging dan susu.

Permasalahan yang dihadapi dalam bidang peternakan di Indonesia antara lain adalah masih rendahnya produktifitas dan mutu genetik ternak. Keadaan ini terjadi karena sebagian besar peternakan di Indonesia masih merupakan peternakan konvensional, dimana mutu bibit, penggunaan teknologi dan keterampilan peternak relative masih rendah. Inseminasi buatan merupakan teknologi alternatif yang sudah lama dikembangkan dalam usaha meningkatkan mutu genetik dan populasi ternak sapi di Indonesia disamping embrio transfer. Inseminasi Buatan (IB) adalah Salah satu metode untuk meningkatkan produktivitas biologik ternak lokal Indonesia melalui teknologi pemuliaan yang hasilnya relatif cepat dan cukup memuaskan serta telah cukup meluas dilaksanakan di seluruh Indonesia dengan cara mengawinkan melalui teknik Inseminasi Buatan yang sperma jantannya diambil dari bibit ternak unggul impor.




Tujuan Inseminasi Buatan

Tujuan utama  inseminasi Buatan  (IB) adalah untuk peningkatan populasi dan perbaikan genetik sapi potong di berbagai wilayah di seluruh Indonesia yang berdasarkan data memungkinkan untuk dilakukannya hal tersebut, selain beberapa tujuan lain yang menguntungkan peternak diantaranya:
  1. Efisiensi waktu, dimana untuk mengawinkan sapi, peternak tidak perlu lagi mencari sapi pejantan (bull), mereka cukup menghubungi inseminator di daerah mereka dan menentukan jenis bibit (semen) yang mereka inginkan.
  2. Efisiensi biaya, dengan adanya inseminasi buatan peternak tidak perlu lagi memelihara pejantan sapi, sehingga biaya pemeliharaan hanya dikeluarkan untuk indukan saja.
  3. Memperbaiki kualitas sapi, dengan adanya inseminasi buatan sapi lokal sekalipun dapat menghasilkan anak sapi unggul seperti Simmental, limousine dan charolise.
  4. Mengoptimalkan penggunaan bibit pejantan unggul secara lebih luas dalam jangka waktu yang lebih lama;
  5.  Meningkatkan angka kelahiran dengan cepat dan teratur;
  6.  Keuntungan IB lainnya :
o   Menghemat biaya pemeliharaan ternak jantan;
o   Dapat mengatur jarak kelahiran ternak dengan baik;
o   Mencegah terjadinya kawin sedarah pada sapi betina (inbreeding);
o   Dengan peralatan dan teknologi yang baik spermatozoa dapat simpan dalam jangka waktu yang lama;
o   Semen beku masih dapat dipakai untuk beberapa tahun kemudian walaupun pejantan telah mati;
o   Menghindari kecelakaan yang sering terjadi pada saat perkawinan karena fisik pejantan terlalu besar;
o   Menghindari ternak dari penularan penyakit terutama penyakit yang ditularkan dengan hubungan kelamin.




Pengertian Inseminasi Buatan
Inseminasi buatan pada sapi potong adalah usaha manusia memasukkan sperma sapi potong dari jenis yang di inginkan (unggul) ke dalam saluran reproduksi  sapi potong betina  dengan menggunakan peralatan khusus. Tindakan Inseminasi Buatan dikatakan berhasil bila sapi induk setelah dilakukan IB menjadi bunting sampai melahirkan anaknya.
Tingkat keberhasilan IB sangat dipengaruhi oleh empat faktor yang saling berhubungan dan tidak dapat dipisahkan satu dengan lainnya yaitu, pemilihan sapi akseptor (sapi betina yang akan di inseminasi, biasanya sapi betina yang sedang birahi/ estrus), pengujian kualitas semen pejantan unggul oleh lembaga yang berwenang, akurasi deteksi birahi (estrus)sapi betina indukan oleh para peternak  yang merupakan saat terbaik dilakukannya IB dan ketrampilan inseminator (petugas inseminasi ). Dalam hal ini inseminator dan peternak merupakan ujung tombak pelaksanaan IB sekaligus sebagai pihak yang bertanggung jawab terhadap berhasil atau tidaknya program IB di lapangan.

Teknik Inseminasi Buatan
Pada dasarnya teknik inseminasi hanyalah menghantarkan semen ke dalam rahim induk sapi betina. Semen yang mengandung sel sperma jantan harus dihantarkan melewati cervix induk sapi betina. 









Bahan dan Peralatan Inseminasi Buatan

Alat yang digunakan untuk menghantarkan semen ini disebut dengan gun inseminasi. Berikut ini bahan dan peralaran inseminsai buataan selengkapnya:
1.    Straw, berupa pipet (semacam sedotan teh kotak dalam bentuk lebih kecil dan lebih panjang) sebagai kemasan tempat semen sapi jantan unggul tersimpan dengan aman.

2.    Container dan Termos straw (bisa juga dengan termos air ukuran kecil), digunakan inseminator untuk membawa bibit yang telah di kemas kedalam straw ke lokasi ternak sapi yang akan dikawinkan lengkap terisi N2 cair sebagai bahan pendingin yang berfungsi untuk membekukan sperma dalam straw tersebut.

3.    N2 Cair, Nitrogen cair yang berfungsi sebagai bahan untuk membekukan sperma dalam Straw dengan suhu beberapa derajat dibawah nol. Container dengan canister atau wadah straw, harus tetap dijaga  berisi Nitrogen cair. Volume nitrogen dalam Container harus selalu diperhatikan dengan jalan mencelupkan batang pengukur yang terbuat dari kayu ke dalam Nitrogen air . Volume N2 cair di dalam container tidak boleh kurang 3 inci (10 cm) dari dasar container.  Apabila terjadi sesuatu keadaan dimana N2 cair di dalam container tinggal setinggi 3 inci (± 10 cm), maka penambahan N2 cair harus segera dilakukan dalam waktu 12 jam. Nitrogen cair cadangan untuk menambah volume harus selalu tersedia. Jika Container tiap hari dibuka satu kali untuk mengambil straw, maka biasanya penambahan nitrogen cair dilakukan 3 minggu sekali.

4.    Gunting, sebaiknya gunting yang digunakan adalah gunting steril, gunting digunakan untuk memotong ujung straw semen beku.
5.    Artificial Inseminasi Gun, ini merupakan alat utama untuk menghantarkan semen beku ke dalam uterus sapi betina.
6.    Plastic Glove, sarung tangan dari plastik digunakan untuk melindungi tangan dari kotoran sapi, selain itu untuk menghindari penyakit menular baik yang zoonosis sekalipun.
7.  Plastic sheet, plastik perupa pipet (semacam sedotan limun) yang digunakan untuk membungkus batang gun inseminasi yang telah diisi dengan straw yang berisi semen beku.
8.    Pinset, digunakan untuk mengambil straw dari dalam termos
9.   Air dalam ember kecil, sebaiknya air bersih hangat digunakan untuk mencairkan semen beku.
1.   Kertas tissue, untuk membersihkan straw dan vulva.








Kunci Keberhasilan Program IB
Kunci keberhasil program IB tergantung dari 4 unsur yaitu:


1.  Kinerja inseminator, 
Kinerja  Inseminator sangat mempengaruhi tingkat keberhasilan program IB dilapangan, untuk itu seorang inseminator perlu menjiwai tugas dan tanggung jawabnya  yaitu;
(a). melakukan identifikasi akseptor IB (sapi betina produktif) dan mengisi kartu peserta IB; (b). membuat program / rencana birahi ternak akseptor berdasarkan siklus birahi  (kalender reproduksi)   di wilayah kerjanya; (c). melaksanakan IB pada ternak; (d). membuat pencatatan (recording) dan laporan pelaksanaan IB dan menyampaikan kepada pimpinan Satuan Pelayanan IB melalui pemeriksaan kebuntingan  (PKB) setiap bulan; (e). melaksanakan pembinaan kelompok tani ternak atau Kelompok Peternak Peserta Inseminasi Buatan  (KPPIB) dan kader inseminator; (f). membentuk kegiatan pengorganisasian pelayanan IB./ Unit Pelayanan Inseminasi Buatan (ULIB) (g).berkoordinasi dengan petugas Pemeriksa Kebuntingan (PKB)  dan Asisten teknis Reproduksi (ATR)

2.  Kondisi Akseptor

Agar program kawin suntik atau Inseminasi Buatan (IB) dapat berhasil dengan baik, kondisi Akseptor (sapi betina produktif peserta IB) perlu diperhatikan. Adapun kondisi akseptor yang baik adalah:
-   Sehat, Fisik besar dan kuat,
-   Ambing besar dan elastis,
-    Puting sempurna (4 bh) dan letaknya simetris dan agak panjang.
-   Perut besar
-  Tulang pinggul lebar
-   Vulpa besar, licin. Mengkilat, cembung dan tidak berbulu,
-   Umur minimal 18 bulan
Untuk sapi yang berbadan kecil seperti sapi bali, IB  sebaiknya  dilakukan setelah  kelahiran anak pertama hasil perkawinan  secara alami.
Untuk sapi yang telah melahirkan, perkawinan selanjutnya dilakukan setelah 2-3 bulan kemudian.

3. Peternak
Untuk mendukung terlaksananya program IB, peran para peternak sapi  sangat dibutuhkan terutama dalam hal :
-  deteksi birahi / pengenalan terhadap tanda-tanda birahi
- sistim pelaporan yang tepat, terutama laporan birahi kepada inseminator
-  perawatan akseptor dan pedet hasil IB

4.  Kelompok Peternak Peserta IB (KPPIB)

Keberadaan KPPIB dalam pelaksanaan program IB sangat diperlukan guna mempermudah arus informasi dan teknologi, penyediaan sarana dan prasarana IB seperti Kandang penanganan (kandang jepit) dan lain sebagainya.
Saat ini kegiatan kawin suntik pada ternak sapi telah banyak dilakukan secara swadaya, sehingga untuk mendapatkan pelayanan kawin suntik pada ternak sapi, peternak dapat membiayai sendiri. Sedangakn untuk mendapatkan informasi pelayanan kawin suntik pada ternak sapi dapat menghubungi inseminator yang berada di wilyah setempat, dan apabila tidak ada inseminator dapat meminta informasi baik kepada dokter hewan/mantri hewan/ penyuluh pertanian setempat maupun ke dinas peternakan kabupaten /kota atau dinas yang membidangi peternakan.

Untuk memudahkan petani peternak mengetahui ternak sapinya birahi dan segera dapat melaporkan ke inseminator atau penyuluh untuk mendapat pelayanan kawin suntik secara tepat , ada beberapa tanda-tanda birahi yang perlu diketahui oleh peternak antara laiin: (a) sering menguak; (b) gugup dan agresif; (c) menaiki sapi lain; (d) kurang nafsu makan dan kurang menghasilkan susu; (e) lebih awal bangun dari sapi-sapi lainnya; (f) alat kelamin betina basah, bengkak, merah, hangat (Abuh, Abang, Angat yang disingkat 3 A)  dan mengeluarkan lendir yang transparan. 

Dalam mewujudkan keberlanjutan kegiatan kawin suntik pada ternak sapi yang lebih menguntungkan dan penanganan khusus peranakan sapi unggul, selain diperlukan peran aktif inseminator dan petugas Dinas Peternakan atau Dinas yang membidangi Peternakan dalam pembinaan kelompok tani ternak diperlukan juga peran aktif para penyuluh pertanian sebagai mitra petani.


Disarikan dari beberapa sumber referensi diantaranya:

Selasa, 07 Oktober 2014

Monopoly Bisnis Dan Politik Indonesia









Masih kuat dalam ingatan saya bahwa ketika jaman muda dahulu, ketika berkesempatan  janjian untuk sekedar nonton film bersama seseorang maka sebagai mahasiswa tempo dulu yang kondisinya pas-pasan, yang kebetulan belum tersentuh oleh budaya yang wah berbau kapitalis seperti sekarang ini,  ada suatu era dimana justru saat  itu adalah jaman keemasan untuk nonton di biokop,, paling tidak menurut saya pribadi, tersebab banyak pilihannya, bebas mau nonton di bioskop manapun cukup disesuaikan dengan bajet yang tersedia di kantong.  Bioskop Misbar (gerimis bubar) halal, mau duduk nyaman menyaksikan film kesukaan di kegelapan gedung bioskop yang tarafnya lumayan juga di perbolehkan, apalagi jika ingin nonton di bioskop terkenal  dengan sound sistem memadai  itu boleh-boleh saja jika keadaan keuangan cukup mendukung. Maka bisnis dibidang perfilm-an dan bioskop pada waktu itu nyatanya cukup adem ayem dan menggiurkan. Mencapai puncaknya  pada tahun 1980 an, film karya anak bangsa  sempat mengalami  booming dan di bicarakan di banyak surat kabar ibukota.  Pada  bulan muda apalagi di malam minggu sedangkan  yang  diputar kebetulan film Indonesia  box office,  maka mengunjungi bioskop merupakan sarana refresing yang paling di idamkan walaupun masuknya  ngantri.

Bioskop lokal pada jamannya yang berada dibawah naungan Persatuan Bioskop Seluruh Indonesia saat jaya-jayanya banyak di ramaikan dengan film yang dihiasi oleh bintang-bintang terkenal, pada era tahun 1980 an aktor dan aktris seperti halnya Onky Alexander, Meriam Bellina, Lydia Kandou, Nike Ardilla, Paramitha Rusady, Desy Ratnasari dlsb menjadi pujaan muda-mudi pada waktu itu, film Indonesia betul-betul menjadi tuan rumah di negerinya sendiri apalagi sejak tahun 1978 didirikan Sinepleks Jakarta Theater oleh pengusaha Indonesia, Sudwikatmono menyusul dibangunnya Studio 21 pada tahun 1987. Munculnya raksasa bioskop bermodal besar itu mengakibatkan terjadinya monopoli dan berimplikasi terhadap timbulnya krisis bagi bioskop - bioskop kecil, jumlah penonton diserap secara besar-besaran oleh bioskop besar. Pada masa ini mulai dikenal fenomena pembajakan video tape walaupun tidak seheboh VCD atau DVDbajakan pada jaman sekarang.

Setelah perfilman Indonesia mati suri karena tenggelam oleh film Hollywood dan bangkrutnya bioskop-bioskop kecil akibat monopoly studio 21, sejak tahun 1998 dianggap sebagai era kebangkitan perfilman nasional. Kebangkitan ini ditunjukkan dari kondisi perfilman Indonesia yang mengalami pertumbuhan jumlah produksi yang menggembirakan. Film pertama yang muncul di era ini adalah Cinta dalam Sepotong Roti karya Garin Nugroho. Setelah itu muncul Mira Lesmana dengan Petualangan Sherina dan Rudi Soedjarwo dengan Ada Apa dengan Cinta? (AADC) yang sukses di pasaran. Hingga saat ini jumlah produksi film Indonesia terus meningkat pesat meski masih didominasi oleh tema-tema film horor dan film remaja.
Pada tahun 2005, hadir  bioskop bertema Blitzmegaplex di dua kota besar di Indonesia, Jakarta dan Bandung. Kehadiran bioskop dengan konsep baru ini mengakhiri dominasi Cineplex yang dimiliki oleh kelompok 21 yang selama bertahun-tahun mendominasi penayangan film di Indonesia.

Sejak tahun 1987 itulah  yang notabene masih dalam alam ORBA,  saya baru mengenal dampak dari praktek monopoly karena langsung menyentuh terhadap hobi saya. Demikian dahsyatnya pengaruh monopolly studio 21 kemudian di susul dengan munculnya dominasi baru di bidang perbioskopan yaitu Blitzmegaplex, bioskop bernuansa canggih tersebut membabat habis bioskop kecil. Nampaknya sebagai hal yang lumrah mengingat kuasa hukum alam bahwa yang paling kuat otomatis akan menggilas yang lemah, karya bagus melumat yang pas-pasan, yang nyaman menghancurkan yang seadanya, yang kecil-kecil walaupun banyak dihancurkan oleh yang  hanya satu perusahaan besar saja.
Di jaman yang kita pijak saat ini walaupun praktek monopolly di haramkan menurut Undang-Undang ANTI MONOPOLI DAN PERSAINGAN TIDAK SEHAT (UU No. 5 Tahun 1999) tetapi pada kenyataannya secara tidak sadar mega bisnis dalam bidang tertentu banyak secara tersamar terlihat beraktifitas di sekeliling kita, bukan monopolly tetapi memang lazimnya perusahaan besar susah disaingi oleh perusahaan-perusahaan kecil sejenisnya, terutama karena sistemnya yang lebih efektif dan efisien menguasai dari hulu sampai ke hilir.

Saat ini banyak kita jumpai untuk menggusur lahan masyarakat berubah menjadi  beberapa tower  pencakar langit dengan fasilitas yang bernuansa one stop living hanya beberapa perusahaan mega bisnis saja yang sanggup bermain dan menguasainya, disamping itu perusahaan yang memutar uang saham dan bisnis perbankkan swasta  sehingga meningkat tajam, hanya beberapa perusahaan saja  ahlinya, melambungkan  bahan dan barang menjadi  kebutuhan orang banyak  yang berdaya jual tinggi ternyata ada juga ada yang pakar di bidangnya, tokh segala macam ilmu marketing sebagai bagian dari perilaku bisnis sudah dikuasai sejak dari hulu sampai hilir, semuanya jelas menguntungkan pemilik modal dan pihak-pihak yang tergabung di dalamnya.

Namun sayang  jika pengusaha besar Indonesia demi kepentingan perluasan ekonominya berniat masuk kedalam bidang politik, walaupun prinsipnya hampir sama tetapi pada kenyataannya pasti membutuhkan berpengalaman lebih kalau tidak bisa disebut sebagai baru memulai dari nol, maka broker politik mendapat angin segar untuk memainkanya, tetapi siap sedia untuk kandas ditangan yang berpengalaman,  mudah-mudahan tidak ada dan tidak  akan tumbuh subur di bumi Nusantara yang kita cintai ini.  Seni politik yang berkebangsaan Indonesia dengan mengecap sari pati nilai-nilai luhur bangsa tentu berbeda dengan yang dituntut dan di setir oleh perusahaan yang hanya mempunyai kepentingan ekonomi oleh segelintir orang semata. Jikapun demikian apa bedanya dengan sistem perbioskopan dan perfilman Indonesia di masa lalu.

Banyak yang mengecam sistem perpolitikan pada jaman ORBA karena hanya satu partai saja yang menguasai politik sekaligus pemerintahan pada waktu itu, akan tetapi sejarah nampaknya ingin terulang tetapi dengan menggunakan praktek politik sekaligus pemerintahan yang hanya ingin di kuasai oleh satu atau beberapa partai saja dengan mencampakan partai lainya, jikalau demikian apa bedanya dengan praktek politik di jaman ORBA dulu yang katanya sarat dengan ketidak beresan, berbau fasisme tetapi pada kenyataannya ada sisi-sisi nilai baiknya sesuai dengan jamannya. Demokrasi Pancasila yang sesuai dengan adat istiadat dan budaya Nusantara, yang disarikan dari nilai-nilai luhur bangsa selayaknya masih cocok bersemi di Bumi Nusantara ini menghiasi peta perpolitikan  Indonesia.