Tampilkan postingan dengan label Prosa Ali Bukbrax. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Prosa Ali Bukbrax. Tampilkan semua postingan

Rabu, 06 Juli 2011

For My Daughter



Sumber Gambar : Filicker Like Daughter like Father, Oleh Meg Pickard


Anakku,

Bisa saja tulang rusuk itu tidak sesuai kodratnya lurus memanjang berkilat indah dilihat, tetapi ternyata justru bengkok melengkung, namun jangan diragukan fungsinya sungguh teramat penting untuk melindungi organ yang sangat vital didalamnya.

Dia tidak diciptakan dari benda yang teramat keras bagai besi Toledo tajam yang mampu menacap dalamsetiap benda keras lainya, tetapi cukup kuat sehingga kokoh menopang hatimu yang teramat dekat dengannya.

Jika kau paksakan juga untuk mencapai kesempurnaan menurut versimu sehingga menjadi lurus laksana pedang enak dipandang, maka aku jamin ia akan patah sehingga perlu penyembuhan yang intensif untuk kembali kepada bentuknya semula.

Anakku:

Jadilah tulang yang menopang dan menguatkanmu dalam setiap aktifitas dalam setiap gerak dalam mengatasi beban kehidupan dan selalu mensyukuri akan takdirNya.

menjadi bagian dari rangka yang mengokohkan dan memudahkan dirimu untuk berdiri tegak melangkah menyongsong badai dan ombak kehidupan yang membelai setiap saat menjelang.

Atau bisa saja menjadi duri dalam daging yang selalu melukai setiap gerak, setiap langkah sampai duri tersebut tercerabut dalam daging dan kau nyaman untuk menikmati kebebasan dalam ketidak sempurnaan.

Sampai kau akan menjadi yakin dan ikhlas bersatu dalam dagingnya, dengan darahnya untuk mencapai RidhoNya.

Jumat, 01 Juli 2011

Ambil saja separuh itupun karena proses semata


CatStock Vector Illustration:


Ambil saja separuh, kemudian sisanya aku simpan di suatu tempat di sebuah sudut yang tak pernah terjangkau olehmu, oleh pikirmu bahkan oleh perasaanmu sekalipun, itupun kalau kau merasa ingin sekali mengetahui dan mempertanyakannya.



Ambil saja separuh jangan berlebih dulu, sehingga jikapun kau berpaling ke biru lain, setidaknya aku masih menyimpan putih yang akan menopangku ketika aneka warna sinar menyilaukan dan memabukkan.



Akan kusimpan dengan senyap separuhnya lagi, hingga kau merasa aku telah memberikan seluruhnya, sepenuhnya, seutuhnya kepadamu, kepada hatimu, agar riak tidak tiba-tiba menjadi bah, bulan tiba-tiba menjadi purnama atau pagi tiba-tiba saja menjadi terik.



Jikapun kau tau akan maksud air mengalir beriak, bulan paruh bergeser ke purnama itupun baik bagi pandangan mata untuk menghargai keindahan, baik juga bagi ekosistem alam dan jikapun sinar pagi perlahan menerangi bumi itupun agar keindahannya terlihat perlahan sebelum terang menjadi terik, seperti saat keruyuk ayam jantan berbunyi merdu menyambut semburat matahari, bahkan ketika bunga masih kuncup sekalipun, sebelum mekar sempurna.



Aku jamin tak berasa, tak terlihat, tenang saja, mengalir, berirama dan nikmati suasana seperti embun dirinai hujan atau sinar di jilatan api.



Hanya ku simpan saja sementara sebagai sebuah proses sebelum aku yakin dan kau sadar bahwa dalam persamaan ternyata ada perbedaan dalam bungah ada sedih, kelebihan ada kekurangan, ketika tidak ada keraguan sebelum jiwamu seutuhnya menjadi satu.



Hanya sebagai uji bahtera berlayar mengarungi indahnya samudra dengan debur ganas ombak lautnya, semilir angin sepoy dengan badai menggila. Itupun tidak lebih hanya proses semata.



Harap kau maklum dan sudi memaafkanku, karena hanya proses semata, hanya berjaga-jaga.