Senin, 09 Mei 2011

Indahnya ngeblog di blog keroyokan


Jaring yang dicipta seekor labah-labah saling terjalin kuat diantara bidang-bidang untuk membangun perangkap yang tersusun apik, terangkai dengan kekuatan dan nilai seni tinggi sebagai bagian dari perilaku nalurinya untuk mempertahankankan hidup bahkan untuk keberlangsungan spesiesnya, hidup mati menyendiri dengan perangkap yang diciptakan sendiri, diam menunggu serangga mangsanya terjerat.
Kesatuan, menjalin dan menjaga kekuatan bersama adalah kekuatan itu sendiri, seperti rantai saling terhubung, kelemahan dan kekuatan rantai justru terletak pada biji mata rantainya.
.
Terkagum ketika mengamati segerobolan lebah bersarang ditempat-tempat tinggi, di pohon-pohon, di pojokan bawah atap rumah, seumur hidupnya tanpa mengenal sentuhan bumi apalagi ditempat-tempat kotor kecuali ketika mati barangkali, bergiat beterbangan kesana kemari mencari sumber makanan untuk kemudian hinggap mensesap zat sari bunga, zat terlindung dalam keindahan warna-warni indah merekah. Segerombolan lebah-lebah yang kembali kesarangnya membawa hasil sesapannya tuk disimpan dapat dijadikan minuman dan makanan yang bersih, lezat lagi menyehatkan bagi dirinya dan sangat bermanfaat bagi manusia.

Demikian juga bergiat di blog, selain sebagai sarana menumpahan isi pikir dan perasaan untuk kebaikan, kesehatan jiwa dan pikir diri, juga mudah-mudahan dapat bermanfaat bagi orang lain yang sempat mampir di blogku.

Tak terasa selama kurun waktu sekitar satu tahun berkecimpung dalam blog keroyokan Kompasiana, telah lahir beberapa tulisan saya, tulisan-tulisan tumpahan pikir dan rasa yang kebanyakan diambil dari apa yang dilihat dirasakan, didengar dan dipikirkan untuk di buat sebuah tulisan sebagai bagian dari catatan pribadi yang tersimpan rapi. Isi materinya tidak ada yang aneh tentunya, karena menyarikan dalam sebuah pengalaman pribadi baik dimasa lalu dalam kenangan langkah-langkah tapak yang telah terlalui maupun yang didapat secara spontan saja selama menggauli diri sendiri mengakrabi lingkungan sekitar beserta rekan-rekan atau orang-orang yang saya protret berdasar rasa dan kemampuan pikir diri sendiri.
Banyak sekali manfaat selama bergaul dengan sesama rekan di blog keroyokan Kompasiana ini, selain sebagai sarana belajar yang tentunya tidak boleh padam walau usia telah menjelang, membaca dan menyimak tulisan rekan sekaligus menimba dan mengumpulkan pengetahuan, tertawa cekikikan dalam hati, hanya terulas senyum saja di bibir ketika materi tulisan rekan menggelitik hati.

Di aneka warna-warni karya fiksi, hati dan pikir terimbas dikedalaman rasa ketika tenggelam dalam karya rekan, sebuah kanal di jejaring Kompasiana yang menjadi paporit saya, bagiku karya fiksi dapat mempertajam, mengasah rasa dan pikir agar tidak tumpul karena waktu.

Daftar jumlah Rekanku tidak banyak memang, tetapi bukan berarti saya enggan untuk menjalin persahabatan dalam sarana yang sudah disediakan oleh admin di acount saya, tetapi memang kenyataannya saya suka sekali kelayaban di beberapa kanal untuk sekedar singgah dan menikmati karya tulis rekan yang lain, walaupun kebanyakan saya jarang berkomentar, ruang kotak yang disediakan untuk komentar sebenarnya menarik perhatianku, karena setelah menikmati karya tulis juga dapat menikmati arena diskusi yang dibangun oleh rekan-rekan lainnya, disitulah inti dari kualitas sebuah karya menurutku, kualitas karya tulis yang dapat berkembang dan mencerahkan peserta diskusi maupun pembaca fasif seperti saya, manfaatnya jadi mengunung memahami detailnya dan menjadi ajang penambah pengetahuan kumplit dan pembelajaran diskusi yang positif, sayang kotak-kotak komentar ini kadangkala menjadi arena adu argumen tidak berdasar dan melenceng dari konteksnya sehingga diskusi menjadi arena adu otot jemari ketika menyentuh tuts-tuts keyboard PC untung saja jumlahnya tidak begitu banyak dan kondisinya saat ini sudah menjadi tenang.

Hasil diskusi yang terbangun dari serangkaian komentar justru dapat menghasilkan karya tulis lain yang jauh lebih berkualitas, hal ini banyak dipraktekan oleh rekan-rekan kompasianer mumpuni yang saya sempat amati dari hasil perambahan menyimak karya-karya tulis di blog kompasiana ini, rangkaian komentar dapat dijadikan semacam sebuah penggalian ide baru yang mucul secara beriringan dan berkelanjutan.

Ada juga yang sering membuat karya dengan judul kontroversil terkadang berkesan bombastis, tetapi menurutku isi tulisanya tidak segarang judulnya dan terkesan memancing peserta yang mampir ke karyanya untuk membangun diskusi, dalam situasi demikian diperlukan admin diskusi yang handal, tidak memihak menjurus kedalam konteks, tidak terimbas kedalam judul kontropersial dalam arena diskusi.
Sepertinya saya setuju dihapusnya kanal tentang agama, agama seyogyanya memang sejalan dengan yang diyakini masing-masing, dilaksanakan dan didirikan secara internal bagi pemeluknya masing-masing.

Banyak sekali manfaat yang didapat dari blog jejaring sosial Kompasiana ini yang luput dari kemampuan saya untuk menampungnya karena demikian banyak peserta dan ragam materi yang disampaikan oleh anggotanya, Suatu blog keroyokan yang pesertanya dari Warga Negara Indonesia yang berada didalam negeri diseluruh pelosok Nusantara juga kerap lahir karya tulis dari Warga Negara Indonesia yang tinggal diluar negeri, menginformasikan tentang keindahan alam, tempat-tempat unik, sosial budaya dan lain-lain yang beraneka ragam dari berbagai pelosok negeri sendiri maupun dari berbagai negeri yang barangkali hanya sempat ternikmati dari karya tulis dan photo-photonya saja, hal tersebut tentunya sangat bermanfaat dapat menambah wawasan. Kita disini dapat menikmati berita-berita dan informasi yang berada jauh dari saudara-saudara kita yang berada diperbatasan, diluar negeri hanya dengan membuka media Kompas khususnya Kompasiana sebagai karya bangsa yang dapat dinikmati dan dimanfaatkan khususnya oleh warga bangsa sendiri. Itulah yang sempat saya kemukakan dalam tulisan pasca satu tahun berkecimpung di blog keroyokan Kompasiana ini.

Tidak ada maksud di hati dalam tulisan ini untuk menyinggung dan memojokan seseorang, golongan, kaum ataupun agama, oleh karena itu jika ada kesalahan mohon dimaafkan.
Sekali lagi saya kagum terhadap perilaku lebah, mudah-mudahan dalam mengelola akun pribadi dalam Blog kebersamaan ini terimbas oleh gerak dan laku kebersamaan lebah untuk dapat ditarik manfaatnya.

2 komentar:

  1. Nice post Admin.. Oleh karena itu kenapa sayapun berminat membangun blog keroyokan daripada blog pribadi..

    Salam kenal dari yg punya blog keroyokan hehe..
    Sy mau prelaunching blog sy. Nilai ekstranya ada di pengelompokan minat kedalam komunitasnya sendiri, dan tentu multi topik seperti kompasiana juga. Dan penulis bisa tayangkan iklan PPC (adsense)

    disini kawan http://blogekstra.com.
    Grup nya ada di fb https://facebook.com

    BalasHapus
  2. Termakasih infonya, kebetulan saya seorang Kompasianer juga. Saya coba mampir ke TKP.

    BalasHapus

Berikan Komentar Anda